Lhokseumawe — Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Malikussaleh (Unimal) menyelenggarakan International Public Lecture bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kegiatan berlangsung di Auditorium Fakultas Teknik Unimal pada Selasa (25/9/2025) dan diikuti oleh mahasiswa Jurusan Teknik Sipil.
Kuliah internasional ini menghadirkan Assoc. Prof. Ts. Dr. Kay Dora Abd. Ghani, Wakil Rektor Bidang Riset, Hubungan Industri, Komunitas, dan Alumni UiTM Malaysia, sebagai narasumber utama. Beliau menyampaikan materi bertajuk "Preventing the Spread: Crack Arresting Zone (CAZ) to Enhanced Beam-Column Joint Performance by Using Rubberised Engineered Cementitious Composite (R-ECC)" sebuah kajian inovatif yang membahas pendekatan material baru dalam memperkuat sambungan balok-kolom pada struktur beton bertulang.
Materi yang dipaparkan berfokus pada konsep zona penangkal retak atau Crack Arresting Zone (CAZ) menggunakan komposit semen berbasis karet yang telah direkayasa secara khusus. Pendekatan ini dinilai relevan dalam konteks ketahanan struktur bangunan terhadap beban siklik maupun gempa bumi. Penggunaan material R-ECC disebut mampu meningkatkan daktilitas sambungan struktural secara signifikan dibandingkan metode konvensional.
Kegiatan dipandu oleh Muthmainnah, S.T., M.T. selaku moderator. Turut hadir dalam forum ini sejumlah pimpinan dari Teknik Sipil Unimal, yakni M. Fauzan, S.T., M.T. selaku Ketua Jurusan Program Studi Teknik Sipil, Nura Usrina, S.T., M.T. selaku Ketua Program Studi Teknik Sipil, serta Dr. Eng. Zulfhazli, S.T., M.T. selaku Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil.
M. Fauzan, S.T., M.T. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui kolaborasi lintas negara.
"Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya belajar dari lingkungan kampus sendiri. Forum internasional seperti ini membuka perspektif baru tentang perkembangan riset dan teknologi di bidang teknik sipil yang sedang berlangsung di tingkat global," ujarnya.
Sementara itu, Dr. Eng. Zulfhazli, S.T., M.T. menekankan pentingnya paparan terhadap penelitian mutakhir sebagai bekal mahasiswa pascasarjana dalam mengembangkan karya ilmiah mereka.
"Bagi mahasiswa magister, mengikuti kuliah dari pakar internasional adalah kesempatan langka. Mereka bisa langsung berdialog dengan peneliti yang berkontribusi nyata dalam pengembangan material struktural modern," tuturnya.
Assoc. Prof. Ts. Dr. Kay Dora Abd. Ghani mengapresiasi antusiasme peserta selama sesi berlangsung. Menurutnya, pertukaran pengetahuan antarlembaga perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara perlu terus diperkuat untuk menghasilkan riset yang berdampak lebih luas.
"Saya berharap kerja sama ini tidak berhenti pada satu kegiatan. Ada banyak potensi kolaborasi riset yang bisa dikembangkan antara UiTM dan Unimal ke depannya," kata beliau.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kerja sama internasional yang dijalin Jurusan Teknik Sipil Unimal dengan institusi perguruan tinggi di luar negeri. Forum public lecture semacam ini juga diharapkan mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam kegiatan riset serta membuka peluang kolaborasi akademik di masa mendatang.