Prodi Magister Teknik Sipil Libatkan Dosen dan Alumni dalam Penyusunan Kurikulum Baru

Prodi Magister Teknik Sipil Libatkan Dosen dan Alumni dalam Penyusunan Kurikulum Baru

Lhokseumawe – Program Studi Magister Teknik Sipil menggelar pertemuan penyusunan kurikulum dengan melibatkan dosen dan alumni Teknik Sipil sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyelarasan kurikulum agar sesuai dengan perkembangan kebutuhan akademik, dunia kerja, serta standar akreditasi pendidikan tinggi.

Pertemuan berlangsung pada Rabu (23/11/2022) dalam agenda review kurikulum yang dihadiri seluruh dosen pengampu mata kuliah serta alumni Teknik Sipil. Kegiatan difokuskan pada peninjauan kurikulum sebelumnya dan penyusunan arah pengembangan kurikulum baru yang relevan dengan tantangan industri konstruksi dan perkembangan teknologi.

Ketua jurusan membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya persiapan dokumen akademik, khususnya kurikulum, sebagai landasan penyelenggaraan pendidikan yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan profesi teknik sipil.

Dalam pelaksanaannya, forum membahas sejumlah aspek strategis pendidikan. Tim penyusun mengkaji tujuan pendidikan dasar, visi dan misi program studi, sasaran pembelajaran, serta strategi pengembangan akademik. Pembahasan juga mencakup struktur kurikulum, standar kompetensi lulusan, kelompok mata kuliah, sistem penilaian, proses pembimbingan, hingga mekanisme kelulusan mahasiswa.

Selain itu, peserta rapat turut mengidentifikasi kalender akademik dan alokasi waktu pembelajaran guna memastikan beban studi mahasiswa tersusun secara efektif. Penguatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kecakapan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam penyusunan kurikulum.

Keterlibatan alumni dipandang penting dalam proses tersebut karena dapat memberikan masukan berdasarkan pengalaman profesional di lapangan. Kehadiran alumni membantu program studi memahami kebutuhan kompetensi yang semakin berkembang di dunia industri dan jasa konstruksi.

Dalam sesi penyampaian saran, sejumlah akademisi dan praktisi memberikan masukan untuk memperkuat kualitas kurikulum. Prof. Mochammad Teguh, MSCE., Ph.D menekankan bahwa kurikulum teknik sipil perlu terus diperbarui agar selaras dengan tuntutan pemenuhan instrumen akreditasi. Ia juga menyoroti pentingnya penyesuaian kompetensi lulusan berdasarkan hasil tracer study serta sinkronisasi dengan kurikulum nasional.

“Kurikulum teknik sipil harus diperbaharui mengikuti tuntutan pemenuhan instrumen akreditasi, penyesuaian kompetensi lulusan dari hasil tracer study, dan penyesuaian kurikulum nasional,” ujar Prof. Mochammad Teguh, MSCE., Ph.D dalam forum tersebut.

Masukan lain disampaikan Yulius Rief Alkhaly, S.T., M.Eng. Ia mendorong seluruh dosen pengampu mata kuliah untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mempercepat proses pengusulan akreditasi. Menurutnya, koordinasi antardosen diperlukan agar proses penyusunan kurikulum berjalan lancar dan seluruh kebutuhan data dapat segera dilengkapi.

“Setiap dosen pengampu mata kuliah diharapkan melakukan bersinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan bekerjasama dalam pengusulan akreditasi agar penyusunan berjalan dengan lancar dan segera terlengkapi datanya,” kata Yulius Rief Alkhaly, S.T., M.Eng.

Sementara itu, Azhari, S.T menilai kurikulum teknik sipil perlu memasukkan pengajaran mengenai teknologi terkini dan tren industri yang berkembang. Ia menyebut perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), machine learning, big data, blockchain, hingga perangkat lunak terbaru telah menjadi bagian dari transformasi dunia kerja teknik sipil.

Menurut Azhari, S.T, penguatan materi berbasis teknologi mutakhir dapat membantu mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi perubahan kebutuhan industri konstruksi yang semakin terdigitalisasi.

Melalui keterlibatan dosen dan alumni dalam proses penyusunan kurikulum, Program Studi Magister Teknik Sipil berharap dapat menghasilkan kurikulum yang adaptif, berorientasi kebutuhan pengguna lulusan, serta mampu meningkatkan daya saing lulusan pada tingkat nasional maupun global.