Lhokseumawe – Sejumlah dosen Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Malikussaleh (Unimal) mengikuti pelatihan dan sertifikasi internasional pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan berlangsung di Aula Cut Meutia, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, selama enam hari mulai Senin hingga Sabtu (5–10/12/2022).
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Malikussaleh bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM-LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) University. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi dosen dalam merancang kurikulum pendidikan tinggi yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan sesuai standar internasional.
Tiga narasumber dari P2SDM-LPPM IPB hadir memberikan materi, yakni Dr. Warcito, S.P., M.M., Dr. Wonny Ahmad Ridwan, dan Dr. Yudi Chadirin, S.T.P., M.Agr. Ketiganya membawakan materi yang mencakup konsep OBE, penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta praktik pengembangan kurikulum secara sistematis.
Di antara peserta yang mengikuti pelatihan, terdapat sejumlah dosen dan pimpinan program studi di lingkungan Jurusan Teknik Sipil Universitas Malikussaleh, termasuk dosen Program Studi Magister Teknik Sipil. Kehadiran para akademisi tersebut menunjukkan komitmen institusi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang selaras dengan standar pendidikan tinggi internasional.
Secara keseluruhan, peserta ToT Kurikulum dalam kegiatan ini berjumlah 55 dosen yang terdiri dari para ketua program studi di lingkungan Universitas Malikussaleh. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti ujian sertifikasi berlisensi internasional sebagai trainer yang diterbitkan oleh Quantum HRM Internasional, IAF, dan Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Materi ToT Pengembangan Kurikulum terdiri dari sembilan pokok bahasan yang memadukan teori dan praktik. Seluruh materi difokuskan pada penguasaan CPL berbasis OBE, mulai dari perancangan hingga evaluasi kurikulum yang komprehensif.
Dr. Warcito selaku Sekretaris Pusat P2SDM-LPPM IPB University menegaskan bahwa penyusunan kurikulum berbasis OBE tidak dapat dilihat dari satu sudut pandang saja.
"Belajar menjadi trainer dan menyusun kurikulum berbasis OBE butuh sudut pandang lain untuk dapat membuat kurikulum yang sistematis dan komprehensif sehingga capaian pembelajaran yang direncanakan sesuai dengan luaran yang diinginkan," ujarnya.
Dr. Warcito berharap para peserta dapat langsung mempraktikkan ilmu yang dipelajari agar Universitas Malikussaleh berkembang menjadi universitas unggul.
Kepala LP3M Unimal, Dr. Muhammad Yusuf, M.T., menyatakan bahwa pengembangan kurikulum perguruan tinggi berbasis OBE merupakan hal yang sangat mendasar dalam menjamin kualitas lulusan.
"Peningkatan budaya mutu dan pengembangan kurikulum sangat perlu dilakukan karena mencerminkan spirit, kesungguhan, dan tanggung jawab para pendidik untuk menyajikan pembelajaran secara profesional guna melahirkan lulusan yang bermutu dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya, khususnya di era Industri 4.0," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu membangun kurikulum perguruan tinggi yang kompetitif. Sertifikasi internasional yang diperoleh diharapkan menjadi bekal nyata bagi para dosen dalam mengelola dan mengembangkan kurikulum program studi masing-masing secara profesional dan terstandar.