SURABAYA — Empat dosen Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh melakukan kunjungan akademik ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Senin (21/10/2019). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka audiensi resmi untuk menjajaki pembentukan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) di Unimal. Audiensi tidak hanya dilakukan dengan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS, tetapi juga melibatkan Departemen Teknik Sipil ITS sebagai bagian dari penguatan rencana pengembangan program studi baru tersebut.
Delegasi Unimal terdiri atas Dr. Muhammad Daud, S.T., M.T., Nura Usrina, S.T., M.T., Muthmainnah, S.T., M.T., serta Dr. Eng. Zulfhazli, S.T., M.T. Kehadiran para dosen tersebut menjadi langkah awal Unimal dalam mempersiapkan aspek akademik, kelembagaan, dan teknis untuk pembukaan program studi PWK di kampus yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh.
Audiensi berlangsung di lingkungan Kampus ITS Sukolilo, Surabaya. Pertemuan dilakukan bersama jajaran akademisi dari Departemen PWK ITS di Gedung A Lantai 2, Jalan Despro. Selain itu, diskusi juga diarahkan kepada Departemen Teknik Sipil ITS guna memperoleh pandangan akademik terkait keterkaitan antara pembangunan infrastruktur dan perencanaan wilayah.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Unimal membahas sejumlah aspek penting terkait pembentukan program studi baru. Topik pembahasan mencakup penyusunan kurikulum, standar akademik, penguatan sumber daya manusia, serta tata kelola program studi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan tinggi saat ini. Pengalaman ITS sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi dan rekayasa menjadi salah satu referensi utama bagi Unimal.
Departemen PWK ITS dipilih sebagai rujukan karena memiliki rekam jejak panjang dalam pendidikan perencanaan wilayah dan kota di Indonesia. Program studi tersebut dikenal sebagai salah satu institusi akademik yang telah melahirkan banyak tenaga perencana profesional di berbagai daerah. Di sisi lain, keterlibatan Departemen Teknik Sipil ITS dipandang penting mengingat pembangunan wilayah memiliki hubungan erat dengan infrastruktur, transportasi, dan pengembangan kawasan.
“Kami datang untuk belajar dan menyerap pengalaman dari PWK ITS maupun Teknik Sipil ITS dalam pengembangan program studi. Harapannya, Unimal dapat membangun prodi PWK yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan wilayah, khususnya di Aceh,” ujar salah satu perwakilan delegasi Unimal dalam sesi diskusi.
Rencana pembukaan program studi PWK di Unimal dinilai memiliki relevansi tinggi terhadap kebutuhan pembangunan di Aceh. Provinsi tersebut menghadapi berbagai tantangan tata ruang, pengembangan kawasan perkotaan, mitigasi bencana, serta pemerataan infrastruktur antardaerah. Kondisi tersebut membutuhkan tenaga perencana yang memahami karakteristik lokal, baik dari aspek geografis, sosial, maupun regulasi pembangunan.
Selama audiensi berlangsung, kedua belah pihak mendiskusikan sejumlah kebutuhan teknis pembentukan program studi. Pembahasan meliputi kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), kebutuhan tenaga pengajar dengan latar belakang multidisiplin, fasilitas laboratorium dan studio perencanaan, serta peluang kerja sama akademik antarperguruan tinggi. Pendampingan dari kampus yang telah berpengalaman juga menjadi perhatian dalam proses persiapan.
Kunjungan akademik ini menunjukkan upaya kolaboratif antarperguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi di daerah. Melalui pertukaran pengalaman dengan Departemen PWK dan Teknik Sipil ITS, Unimal berharap proses pembentukan Program Studi PWK dapat berjalan sesuai standar akademik nasional serta mendukung kebutuhan pembangunan wilayah di Aceh.