Lhokseumawe — Jurusan Teknik Sipil Universitas Malikussaleh (Unimal) menyelenggarakan Workshop Building Information Management (BIM) bagi mahasiswa program studi Teknik Sipil. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kuliah Umum (RKU) Fakultas Ekonomi, Bukit Indah, Selasa (21/3/2023).
Workshop ini menghadirkan praktisi berpengalaman dari industri konstruksi nasional sebagai pemateri utama. Muh. As'ad, yang saat ini menjabat sebagai BIM Engineer di PT Nindya Karya, dipercaya menjadi narasumber tunggal dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya dinilai relevan mengingat PT Nindya Karya merupakan salah satu perusahaan konstruksi BUMN yang telah menerapkan teknologi BIM secara aktif dalam berbagai proyek infrastruktur skala besar di Indonesia.
Ketua Jurusan Teknik Sipil Unimal, Dr. Yulius Rief Alkhaly, membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi BIM bagi mahasiswa teknik sipil sebagai bekal menghadapi tantangan dunia konstruksi yang terus berkembang.
"BIM bukan sekadar perangkat lunak. Ini adalah pendekatan manajemen informasi bangunan secara menyeluruh yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan konstruksi," ujar Dr. Yulius.
Ia menambahkan bahwa perkembangan industri konstruksi di Indonesia menuntut tenaga ahli yang tidak hanya memahami aspek teknis konvensional tetapi juga mampu mengoperasikan teknologi digital berbasis BIM. Penguasaan teknologi tersebut kini menjadi salah satu kompetensi yang banyak dicari oleh perusahaan konstruksi nasional maupun internasional.
Peserta workshop berasal dari kalangan mahasiswa aktif Jurusan Teknik Sipil Unimal. Tidak hanya mahasiswa jenjang sarjana, kegiatan ini turut diikuti oleh mahasiswa program Magister Teknik Sipil. Kehadiran mahasiswa pascasarjana menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pemahaman BIM tidak hanya relevan bagi mahasiswa tingkat awal tetapi juga bagi mereka yang tengah mendalami kajian teknik sipil di level lebih lanjut.
Dalam sesi pemaparan materi, Muh. As'ad menjelaskan konsep dasar BIM serta penerapannya secara langsung di lapangan berdasarkan pengalaman kerjanya di PT Nindya Karya. Ia memaparkan bagaimana teknologi BIM memungkinkan seluruh informasi bangunan mulai dari desain arsitektur, struktur, mekanikal, hingga estimasi biaya terintegrasi dalam satu platform digital yang dapat diakses oleh semua pihak yang terlibat dalam proyek.
"Di PT Nindya Karya, kami sudah menggunakan BIM dalam proyek-proyek besar. Manfaatnya sangat terasa, terutama dalam hal efisiensi koordinasi antar-disiplin dan pengurangan kesalahan di lapangan," ungkap Muh. As'ad di hadapan peserta.
Ia juga menyoroti potensi besar BIM dalam mendukung pelaksanaan program percepatan infrastruktur pemerintah. Transformasi digital di sektor konstruksi, menurutnya, akan semakin masif seiring dengan meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek publik.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi berlangsung. Sejumlah mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar prospek karier di bidang BIM serta langkah-langkah awal yang perlu dikuasai untuk memasuki industri konstruksi berbasis digital. Muh. As'ad merespons setiap pertanyaan dengan memberikan gambaran nyata dari pengalaman kerjanya di lapangan.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya Jurusan Teknik Sipil Unimal dalam menjembatani kesenjangan antara pendidikan akademis dan kebutuhan industri. Dengan menghadirkan praktisi langsung dari perusahaan konstruksi nasional, mahasiswa memperoleh wawasan yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif dan kontekstual sesuai dinamika industri saat ini.