ACEH TENGAH — Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil serta Program Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) melaksanakan kunjungan industri ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan di Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (7/11/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata civitas akademika Unimal dalam mendukung pengembangan energi hijau masa depan.
Kunjungan tersebut melibatkan delapan dosen dari lingkungan Program Studi Teknik Sipil dan Program Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Unimal. Mereka adalah Dr. Ing. Sofyan, S.T., M.T.; M. Fauzan, S.T., M.T.; Said Jalalul Akbar, M.T.; Nura Usrina, S.T., M.T.; Nanda Savira Ersa, S.T., M.T.; Dr. Maizuar, S.T., M.Sc.Eng.; Dr. Ir. Abdul Jalil, S.T., M.T.; dan Dr. Eng. Zulfhazli, S.T., M.T. Sebanyak 10 mahasiswa turut hadir mendampingi kegiatan tersebut.
PLTA Peusangan dipilih sebagai destinasi kunjungan karena statusnya sebagai salah satu fasilitas pembangkit listrik berbasis air terbesar di Provinsi Aceh. Fasilitas ini memanfaatkan aliran Sungai Peusangan yang berhulu di kawasan Danau Lut Tawar untuk menghasilkan energi listrik ramah lingkungan. Keberadaan PLTA ini menjadikannya laboratorium nyata yang relevan bagi studi rekayasa sipil, khususnya dalam bidang teknik keairan dan infrastruktur energi terbarukan.
Selama kunjungan berlangsung, peserta mendapat penjelasan langsung mengenai sistem pengelolaan air, mekanisme operasional turbin, serta manajemen infrastruktur bendungan. Para mahasiswa berkesempatan mengamati secara langsung bagaimana prinsip-prinsip rekayasa sipil diterapkan dalam skala industri yang sesungguhnya. Proses ini memberikan pemahaman yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
Dr. Ing. Sofyan, S.T., M.T., selaku salah satu dosen yang turut hadir, menyatakan bahwa kunjungan ini memiliki nilai strategis bagi pengembangan kompetensi mahasiswa.
"Mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana ilmu yang mereka pelajari diterapkan di lapangan. PLTA Peusangan adalah contoh konkret bagaimana rekayasa sipil berkontribusi pada sektor energi nasional yang berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa peserta kunjungan mengungkapkan antusiasmenya terhadap pengalaman belajar di luar kampus tersebut.
"Melihat langsung sistem operasional PLTA membuat kami lebih memahami pentingnya perencanaan struktur sipil yang matang dalam mendukung infrastruktur energi. Ini pengalaman yang sangat berharga," katanya.
Kegiatan kunjungan industri semacam ini merupakan bagian integral dari kurikulum berbasis kompetensi yang diterapkan Fakultas Teknik Unimal. Pendekatan pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan praktik industri dinilai penting untuk mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur nasional. Sektor energi terbarukan sendiri tengah menjadi prioritas pemerintah dalam kerangka transisi energi menuju target net zero emission pada 2060.
Kunjungan ke PLTA Peusangan juga membuka peluang untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri energi di Aceh. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat mendorong lahirnya penelitian terapan yang berdampak langsung bagi pengembangan infrastruktur energi berkelanjutan di tingkat regional maupun nasional.