Dosen Fakultas Teknik Unimal PKM ke Singapura, Kupas Pola Ruang Kerajaan Samudera Pasai

Dosen Fakultas Teknik Unimal PKM ke Singapura, Kupas Pola Ruang Kerajaan Samudera Pasai

Singapura — Sejumlah dosen Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertema "Pola Ruang Kerajaan Samudera Pasai" di kantor Golden Landmark Singapura, Selasa (9/7/2024). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya akademik untuk menggali kembali warisan tata ruang peradaban Islam di Nusantara yang dinilai kian terlupakan.

Tim PKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari delapan dosen, yakni Dr. Muhammad Daud, S.T., M.T, Cut Azmah Fithri, S.T., M.T, Hendra A, S.T., M.T, Nura Usrina, S.T., M.T, Dr. Ars Rinaldi Mirsa, S.T., M.T, Dr. Atthaillah, S.T., M.Arch, Dr. Eng. Muhammad Iqbal, S.T., M.Sc, dan Dr. Eng. Zulfhazli, S.T., M.T. Kegiatan ini juga dihadiri oleh mahasiswa doktoral Universitas Leiden serta guru pakar Bahasa Melayu Singapura.

Dalam forum tersebut, tim PKM melalui Dr. Ars Rinaldi Mirsa, S.T., M.T memaparkan sejumlah temuan penting terkait sejarah kerajaan Islam di Nusantara yang diperoleh dari penelitian mendalam tentang pola tata ruang Kerajaan Samudera Pasai di masa Sultan Malik As-Saleh.

"Kegiatan ini merupakan respons dari keprihatinan kami atas tergerusnya sejarah besar peradaban Islam dan mulai hilangnya arah pola tata ruang yang sudah terstruktur pada masa lalu, dalam perkembangan kebijakan perencanaan wilayah dan pembangunan tata kota saat ini," ujar Rinaldi.

Ia menjelaskan bahwa kajian tentang pola ruang Kerajaan Samudera Pasai memiliki relevansi tinggi terhadap kebijakan perencanaan wilayah masa kini. Fakta-fakta historis yang ditemukan dalam riset tersebut diyakini dapat menjadi rujukan penting bagi pengembangan tata kota berbasis kearifan lokal di wilayah Aceh maupun kawasan Melayu secara lebih luas.

Guru pakar Bahasa Melayu Singapura, Cg Karmin Abbas, turut menyampaikan pandangannya dalam forum tersebut. Ia menyebut bahwa sejarah budaya bangsa kini kerap tereduksi menjadi sekadar cerita rakyat biasa sehingga kebenaran sejarah menjadi rentan direkayasa.

"Salah satu upaya saya dalam menjaga budaya bangsa adalah melestarikan warisan pantun Melayu. Bersama Balai Pantun Singapura, saya menciptakan kaidah AI pantun untuk memudahkan pengajaran pantun kepada anak sekolah Singapura," papar Cg Karmin.

Cg Karmin menyatakan antusias untuk berkolaborasi dalam kegiatan lanjutan yang mengangkat topik budaya Melayu dan sejarah Islam. Ia juga berharap forum serupa dapat diselenggarakan secara daring agar dapat menjangkau lebih banyak peserta.

"Semoga saya bersama para guru dapat mengunjungi Aceh dan belajar sejarah Melayu bersama dosen Universitas Malikussaleh di kemudian hari," tambahnya.

Dekan Fakultas Teknik Unimal yang sekaligus terlibat langsung dalam tim PKM, Dr. Muhammad Daud, S.T., M.T, menyampaikan harapannya agar kegiatan pengabdian di tingkat internasional terus menjadi tradisi yang dikembangkan oleh sivitas akademika Unimal.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dosen Unimal dalam berkontribusi bagi masyarakat, tidak hanya mengabdi di dalam negeri tetapi juga dapat bermanfaat di tingkat internasional," pungkasnya.

Kegiatan PKM Internasional ini mencerminkan komitmen Fakultas Teknik Unimal dalam mendorong peran aktif perguruan tinggi melampaui batas wilayah nasional. Kajian tentang Samudera Pasai yang diangkat ke forum internasional di Singapura sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam pelestarian sejarah dan budaya peradaban Islam Nusantara.