Singapore — Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dalam kunjungan ke National University of Singapore (NUS) pada Senin (8/7/2024) dan Singapore Institute of Technology (SIT) pada Rabu (10/7/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata Unimal dalam mendorong pengembangan kurikulum program studi ke standar internasional.
Delegasi Unimal yang hadir dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Dr. Muhammad Daud, S.T., M.T. Turut serta dalam rombongan antara lain Sekretaris Jurusan Teknik Sipil Cut Azmah Fithri, S.T., M.T., Ketua Program Studi Arsitektur Hendra, AST, M.T., Ketua Program Studi Teknik Sipil Nura Usrina, S.T., M.T., Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil Dr. Eng. Zulfhazli, S.T., M.T., serta sejumlah dosen Program Studi Arsitektur yakni Dr. Atthaillah, S.T., MArch, Dr. Eng. Muhammad Iqbal, S.T., MSc, dan Dr. Rinaldi Mirsa, S.T., M.T.
Dalam FGD ini, rancangan revisi kurikulum yang telah disusun oleh tim Program Studi Arsitektur dan Teknik Sipil mendapat masukan langsung dari dua pakar internasional. Pihak NUS diwakili oleh Prof. Dr. Johannes Widodo selaku Director of the Tun Tan Cheng Lock Centre for Asian Architectural and Urban Heritage, Department of Architecture, College of Design and Engineering. Sementara dari SIT hadir Prof. Dr. Steve Kardinal Jusuf yang menjabat sebagai Chairman of Sustainability Education Committee.
Prof. Dr. Johannes Widodo menekankan pentingnya orientasi hasil dalam penerapan kurikulum OBE. "Dalam kurikulum OBE, implementasinya mengacu pada keberhasilan akademik, di mana pendidikan tidak hanya fokus pada materi yang harus diselesaikan namun juga pada hasil yang harus dicapai," ujarnya. Ia juga mendorong agar mahasiswa difasilitasi untuk mengembangkan kemandirian belajar melalui pendekatan project-based learning. "Mahasiswa dapat mencapai kemandirian belajar, kreatif, dan memiliki critical thinking yang akan membantu mereka bersaing di tingkat global," tambahnya.
Masukan dari Prof. Dr. Steve Kardinal Jusuf menyoroti aspek keunikan program studi, strategi pemenuhan capaian pembelajaran, serta pentingnya sinergi dengan pemangku kepentingan. Ia menyebut capstone project sebagai salah satu instrumen efektif untuk mempertemukan dunia akademik dengan industri. "Mahasiswa dapat langsung magang atau bahkan bekerja di proyek tersebut setelah studinya selesai," ungkapnya. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa revisi kurikulum menuntut perhatian menyeluruh terhadap seluruh komponen pembelajaran, mulai dari pemenuhan syarat tertentu hingga kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.
Dekan Fakultas Teknik Unimal Dr. Muhammad Daud menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum ini sejalan dengan berbagai target strategis institusi. "Kami berharap pengembangan kurikulum ini dapat menunjang program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, meningkatkan Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi, serta meraih akreditasi terbaik bagi program studi," tuturnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diterima dari kedua institusi. "Masukan yang diberikan sangat bermanfaat bagi penyusunan kurikulum Program Studi Arsitektur maupun Teknik Sipil," terangnya.
Ketua Jurusan Teknik Sipil Unimal M. Fauzan, S.T., M.T. berharap kunjungan ini menjadi titik awal terjalinnya hubungan kerja sama yang lebih luas antara Unimal dengan NUS dan SIT, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik.